Home Blog Page 17

Sifat Baja sebagai Material Struktur Bangunan

0

Penggunaan baja sebagai bahan struktur utama dimulai pada akhir abad kesembilan belas ketika metode pengolahan baja yang murah dikembangkan dengan skala yang luas. Baja merupakan bahan yang mempunyai sifat struktur yang baik. Baja mempunyai kekuatan yang tinggi dan sama kuat pada kekuatan tarik maupun tekan dan oleh karena itu baja adalah elemen struktur yang memiliki batasan sempurna yang akan menahan beban jenis tarik aksial, tekan aksial, dan lentur dengan fasilitas yang hampir sama. Berat jenis baja tinggi, tetapi perbandingan antara kekuatan terhadap beratnya juga tinggi sehingga komponen baja tersebut tidak terlalu berat jika dihubungkan dengan kapasitas muat bebannya, selama bentuk-bentuk struktur yang digunakan menjamin bahwa bahan tersebut dipergunakan secara efisien.

Struktur bangunan baja

Statika dan Tegangan

0

Statika
Statika adalah ilmu yang mempelajari tentang kesetimbangan benda, termasuk gaya-gaya yang bekerja pada sebuah benda agar benda tersebut dalam keadaan setimbang.

Gaya
Gaya adalah sesuatu yang menyebabkan benda diam menjadi bergerak atau sebaliknya dari bergerak menjadi diam. Gaya dapat digambarkan sebagai sebuah vektor, yaitu besaran yang mempunyai besar dan arah. Gaya biasanya disimbolkan dengan huruf F.

Perpindahan benda dari A ke B akibat gaya F

Gaya yang bekerja pada benda di atas antara lain: Gaya berat (W) yang selalu berpusat pada titik beratnya dan arahnya selalu ke pusat gravitasi bumi.
Gaya (F) dapat sejajar dengan permukaan benda atau membentuk sudut α dengan permukaan tumpuan. Gaya F dapat menyebabkan masa (m) dari diam menjadi bergerak hingga memiliki percepatan sebesar a (m/s2), dapat dituliskan:

                                       F = m (Kg) · a (m/s2) = Kg · m/s2 = Newton (N)
Bila gaya F dihilangkan benda (m) akan mengalami perlambatan hingga setelah waktu t detik benda akan berhenti (kecepatan v = 0). Hal ini karena benda melewati permukaan kasar yang memiliki gaya gesek (f) yang arahnya selalu berlawanan dengan arah gerak benda. Besarnya f tergantung pada harga koefisien geseknya (μ). Semakin kasar permukaan benda maka koefisien geseknya (μ) akan semakin besar. Bila gaya gesek lebih besar dari gaya tarik (F), maka benda akan berhenti (v = 0). Gaya gesek (f) berbanding lurus dengan gaya normal (N) benda atau dapat dituliskan:

                                    f = u · N Newton

di mana: N = gaya normal yang selalu tegak lurus permukaan benda (Newton)
μ = koefisien gesek permukaan benda (tanpa satuan

Aplikasi dari gaya gesek dapat diilustrasikan pada contoh: roda yang masih baru akan memiliki cengkeraman yang lebih kuat dibanding dengan roda yang aus/halus. Pengereman di permukaan aspal lebih baik bila dibandingkan dengan di permukaan lantai keramik, karena μ aspal lebih besar dari μ permukaan keramik.

Gaya gesek antara roda mobil dan aspal jalan

Tambang Ilegal Sleman, Polsek Pakem Sita Truk dan Alat Berat

0
kapolsek Pakem Kompol Sudaryanto saat menunjukan kendaraan truk dan alat berat yang berhasil disita oleh petugas di Mapolsek Pakem, Rabu

SLEMAN – Jajaran petugas kepolisian Polsek Pakem menyita tiga truk dan satu alat berat yang digunakan untuk melakukan penambangan pasir ilegal di kawasan Sungai Boyong. Praktik penambangan pasir tanpa izin yang dilaporkan oleh warga tersebut berada di Sungai Boyong atau tepatnya di daerah Purwobinangun, Pakem, Sleman.

Saat ini petugas masih terus melakukan proses penyelidikan terhadap pengelola penambangan pasir ilegal tersebut. Kapolsek Pakem Kompol Sudaryanto mengatakan, ada indikasi bahwa pengelola penambangan pasir tersebut adalah warga sekitar.

“Kita amankan, karena ada laporan dari warga. Dari desa ada keterangan bahwa penambangan pasir tersebut tidak memiliki izin karena pemerintah desa tidak mengeluarkan izin,” katanya, seperti mengutip Harian Jogja, Kamis (12/1/2017).

Dia mengatakan, berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan oleh petugas, praktik penambangan pasir tersebut baru berjalan satu hari. Namun demikian karena menggunakan alat berat untuk mengeruk pasir maka tercatat sudah sekitar 15 truk pasir berhasil keluar dan mengangkut pasir dari lokasi tersebut.

Kapolsek menambahkan, tiga supir truk yang diamankan bersama kendaraan serta satu supir pengemudi alat berat sudah dimintai keterangan di Mapolsek Pakem. “Status mereka masih saksi. Namun penyidik masih mencari keterangan saksi lain untuk menemukan pengelola pertambangan pasir ilegal atau penanggungjawabnya,” kata Sudaryanto.

Satu minggu setelah penyitaan tersebut, penyidik setidaknya sudah memintai keterangan dari enam saksi. Selain pihak yang bersangkutan, kepolisian juga akan memita keterangan dari warga sekitar termasuk kepada perangkat desa.

Dari praktik penambangan pasir tanpa izin tersebut yang melanggar UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara. Jika pelaku terbukti melakukan pelanggaran maka akan bisa dikenakan sanksi pidana penjara hingga lima tahun dan denda mencapai Rp10 miliar.

Sumber : Harian Jogja.com

Penggerebekan Tambang Ilegal, Polisi Baru Tetapkan 1 Tersangka

0

Wonosari —Proses hukum terkait penambangan ilegal yang dilakukan di Padukuhan Gelaran 1, Desa Bejiharjo, Kecamatan, Karangmojo terus berlanjut. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan satu orang tersangka.

Dijelaskan oleh Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino bahwa, berdasarkan bukti-bukti dan keterangan para saksi, akhirnya penyidik menetapkan KMY warga Kecamatan Ngawen sebagai tersangka. Peran KMY dalam kasus tersebut adalah sebagai koordinator para pekerja penambang tersebut.

“Tersangka saat ini sudah diamankan di Mapolres Gunungkidul,” papar Ngadino, Kamis (27/10/2016) siang.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi adalah satu buah alat berat berupa backhoe, 1 buah buku rekapan penjualan dan uang tunai yang diduga merupakan hasil penjualan material tambang sejumlah Rp 900.000.

Ngadino menambahkan, kepada tersangka, polisi menjeratnya dengan pasal Pasal 158 UU RI no 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dengan ancaman hukuman pidana maksimal 10 tahun dan denda paling banyak 10 Miliar.

“Polisi masih melakukan pendalaman dan pengembangan terkait kasus ini,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, jajaran Polres Gunungkidul pada selasa (25/10/2016) lalu menggrebek praktek penambangan ilegal di Padukuhan Gelaran 1, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Belasan pekerja dan pengemudi truk sempat diamankan dalam penggerebekan tersebut.

sumber sorotgunungkidul.com

Popular Posts