Home Blog Page 18

Aksi Penambangan Ilegal Masih Marak di Wilayah Bantul, Aparat Penegak Hukum Diminta Tindak Tegas

0

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Maraknya aksi penambangan di wilayah Bantul, ternyata hampir seluruhnya belum mengantongi perizinan.

Aparat penegak hukum pun diminta untuk terjun dan melakukan pengawasan pada pengerukan mineral di kawasan Bantul ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bantul, Heru Suhadi memastikan penambangan bahan galian golongan C di wilayah ini tak berizin alias ilegal.

Hingga kini, DPU masih belum mengetahui lokasi penambangan yang sudah berizin.

“Soal penambangan itu yang sudah berizin hanya di Kulonprogo. Kalau di Bantul, hingga kini sepertinya belum ada penambangan yang berizin. Kalau pun ada yang mengajukan pasti baru diproses di Pemerintah Provinsi,” katanya.

Menurutnya, baik tambang pasir, maupun tanah uruk di Kabupaten Bantul itu sangat dilarang karena tidak mengantongi izin.

Seharusnya, kata dia, seluruh kegiatan penambangan, kata dia, seharusnya mengalami beberapa proses tahapan sebelum dikeluarkan izin.

Proses yang dimaksud, diantaranya adalah adanya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan juga beberapa kajian teknis lingkungan. Dari tahapan tersebut, maka harus juga ada peta zonasi pertambangan.

“Akan tetapi, kami (DPU) masih belum mengantongi zona tambang itu. Karena, memang wewenang perizinan tambang ada di ranah pemerintah Provinsi,” kata dia.

Pihaknya pun mengatakan, sudah seharusnya pengawasan pada kegiatan penambangan ini dilakukan. Pasalnya, jika dibiarkan saja, maka kegiatan ini akan terjadi secara serampangan. Meski demikian, pihaknya mengaku memiliki keterbatasan dalam pengawasan.

Tindak Alat Berat

Sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Bantul menyatakan telah melakukan penyelidikan pada penambangan liar dan ilegal di Kabupaten Bantul. Polres menegaskan akan menindak penambang liar yang tak berizin dan mengeruk pasir pantai dan juga sungai. Hal ini dengan dibentuknya tim khusus untuk penambangan liar.

Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Bantul, AKP Anggaito Hadi Wibowo, menjelaskan, pihaknya sudah mengantongi data penambangan liar di Bantul. Meski demikian, penindakan untuk tambang liar akan berdasarkan skala prioritas.

Skala prioritas yang dimaksudkan adalah penindakan tegas akan dilakukan pada penambangan yang menggunakan alat berat. Untuk penambangan manual, pihaknya tetap akan melakukan penindakan namun dengan cara yang lebih persuasif.

“Kami prioritaskan penindakan pada alat berat. Jika semuanya (manual dan alat berat) dipukul rata, maka tidak akan ada proyek pemerintah yang bergantung pada pasir bisa berjalan,” katanya.

Pihaknya pun akan menerapkan pasal sesuai Undang-Undang (UU) Minerba. Untuk penerapan pasal ini, denda yang akan diberikan pun cukup besar sehingga akan membuat jera para pengeruk pasir di wilayah Projotamansari yang sembarangan. (Tribunjogja.com)

Keuntungan Baja sebagai Material Struktur Bangunan area Yogyakarta

0

Di samping kekuatannya yang besar untuk menahan kekuatan tarik dan tekan tanpa membutuhkan banyak volume, baja juga mempunyai sifat sifat lain yang menguntungkan sehingga menjadikannya sebagai salah satu bahan bangunan yang sangat umum dipakai dewasa ini. Beberapa keuntungan baja sebagai material struktur antara lain:

Kekuatan Tinggi

kekuatan baja via indonesian.steel-trussbridge.com

Dewasa ini baja bisa diproduksi dengan berbagai kekuatan yang bisa dinyatakan dengan kekuatan tegangan tekan lelehnya (Fy) atau oleh tegangan tarik batas (Fu). Bahan baja walaupun dari jenis yang paling rendah kekuatannya, tetap mempunyai perbandingan kekuatan per-volume lebih tinggi bila dibandingkan dengan bahan-bahan bangunan lainnya yang umum dipakai. Hal ini memungkinkan perencanaan sebuah konstruksi baja bisa mempunyai beban mati yang lebih kecil untuk bentang yang lebih panjang, sehingga. memberikan kelebihan ruang dan volume yang dapat dimanfaatkan akibat langsingnya profil-profil yang dipakai.

Kemudahan Pemasangan

cara pemasangan mudah via : gambardesainproperti.com

Semua bagian-bagian dari konstruksi baja bisa dipersiapkan di bengkel, sehingga satu-satunya kegiatan yang dilakukan di lapangan ialah kegiatan pemasangan bagian-bagian konstruksi yang telah dipersiapkan. Sebagian besar dari komponen-komponen konstruksi mempunyai bentuk standar yang siap digunakan bisa diperoleh di toko-toko besi, sehingga waktu yang diperlukan untuk membuat bagian-bagian konstruksi baja yang telah ada, juga bisa dilakukan dengan mudah karena komponen-komponen baja biasanya mempunyai bentuk standar dan sifat-sifat yang tertentu, serta
mudah diperoleh di mana-mana.

Keseragaman

kesegaraman baja via dokumen.tips

Sifat-sifat baja baik sebagai bahan bangunan maupun dalam bentuk struktur dapat terkendali dengan baik sekali, sehingga para ahli dapat mengharapkan elemen-elemen dari konstruksi baja ini akan berperilaku sesuai dengan yang diperkirakan dalam perencanaan. Dengan demikian bisa dihindari terdapatnya proses pemborosan yang biasanya terjadi dalam perencanaan akibat adanya berbagai ketidakpastian.

Daktilitas

elektalitas via /okumen.tips

Sifat dari baja yang dapat mengalami deformasi yang besar di bawah pengaruh tegangan tarik yang tinggi tanpa hancur atau putus disebut sifat daktilitas. Adanya sifat ini membuat struktur baja mampu mencegah terjadinya proses robohnya bangunan secara tiba-tiba. Sifat ini sangat menguntungkan ditinjau dari aspek keamanan penghuni bangunan bila terjadi suatu goncangan yang tiba-tiba seperti misalnya pada peristiwa gempa bumi.
Di samping itu keuntungan-keuntungan lain dari struktur baja, antara lain adalah:
− Proses pemasangan di lapangan berlangsung dengan cepat.
− Dapat di las.
− Komponen-komponen struktumya bisa digunakan lagi untuk keperluan lainnya.
− Komponen-komponen yang sudah tidak dapat digunakan lagi masih mempunyai nilai sebagai besi tua.

Sifat Baja sebagai Material Struktur Bangunan

0

Penggunaan baja sebagai bahan struktur utama dimulai pada akhir abad kesembilan belas ketika metode pengolahan baja yang murah dikembangkan dengan skala yang luas. Baja merupakan bahan yang mempunyai sifat struktur yang baik. Baja mempunyai kekuatan yang tinggi dan sama kuat pada kekuatan tarik maupun tekan dan oleh karena itu baja adalah elemen struktur yang memiliki batasan sempurna yang akan menahan beban jenis tarik aksial, tekan aksial, dan lentur dengan fasilitas yang hampir sama. Berat jenis baja tinggi, tetapi perbandingan antara kekuatan terhadap beratnya juga tinggi sehingga komponen baja tersebut tidak terlalu berat jika dihubungkan dengan kapasitas muat bebannya, selama bentuk-bentuk struktur yang digunakan menjamin bahwa bahan tersebut dipergunakan secara efisien.

Struktur bangunan baja

Statika dan Tegangan

0

Statika
Statika adalah ilmu yang mempelajari tentang kesetimbangan benda, termasuk gaya-gaya yang bekerja pada sebuah benda agar benda tersebut dalam keadaan setimbang.

Gaya
Gaya adalah sesuatu yang menyebabkan benda diam menjadi bergerak atau sebaliknya dari bergerak menjadi diam. Gaya dapat digambarkan sebagai sebuah vektor, yaitu besaran yang mempunyai besar dan arah. Gaya biasanya disimbolkan dengan huruf F.

Perpindahan benda dari A ke B akibat gaya F

Gaya yang bekerja pada benda di atas antara lain: Gaya berat (W) yang selalu berpusat pada titik beratnya dan arahnya selalu ke pusat gravitasi bumi.
Gaya (F) dapat sejajar dengan permukaan benda atau membentuk sudut α dengan permukaan tumpuan. Gaya F dapat menyebabkan masa (m) dari diam menjadi bergerak hingga memiliki percepatan sebesar a (m/s2), dapat dituliskan:

                                       F = m (Kg) · a (m/s2) = Kg · m/s2 = Newton (N)
Bila gaya F dihilangkan benda (m) akan mengalami perlambatan hingga setelah waktu t detik benda akan berhenti (kecepatan v = 0). Hal ini karena benda melewati permukaan kasar yang memiliki gaya gesek (f) yang arahnya selalu berlawanan dengan arah gerak benda. Besarnya f tergantung pada harga koefisien geseknya (μ). Semakin kasar permukaan benda maka koefisien geseknya (μ) akan semakin besar. Bila gaya gesek lebih besar dari gaya tarik (F), maka benda akan berhenti (v = 0). Gaya gesek (f) berbanding lurus dengan gaya normal (N) benda atau dapat dituliskan:

                                    f = u · N Newton

di mana: N = gaya normal yang selalu tegak lurus permukaan benda (Newton)
μ = koefisien gesek permukaan benda (tanpa satuan

Aplikasi dari gaya gesek dapat diilustrasikan pada contoh: roda yang masih baru akan memiliki cengkeraman yang lebih kuat dibanding dengan roda yang aus/halus. Pengereman di permukaan aspal lebih baik bila dibandingkan dengan di permukaan lantai keramik, karena μ aspal lebih besar dari μ permukaan keramik.

Gaya gesek antara roda mobil dan aspal jalan

Popular Posts