Home Blog Page 19

PENAMBANGAN ILEGAL SLEMAN Polisi Minta Warga Proaktif untuk Melaporkan

0

SLEMAN- Polres Sleman mengajak keterlibatan masyarakat untuk melaporkan aktivitas pertambangan pasir di sekitarnya. Polisi siap menindak tegas para penambang liar itu. Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria mengatakan, tindakan tegas akan dilakukan petugas kepada penambang pasir liar. Hal itu, katanya, sesuai intruksi Kapolda DIY agar penambangan pasir ilegal atau tidak berijin diberhentikan. “Kalau masih membandel, kami tindak secara tegas sesuai peraturan yang berlaku. Kami tidak akan tembang pilih dalam penindakanya,” kata Burkan, Kamis (19/1/2017).

Dia mengaku sudah menyampaikan instruksi tersebut ke masing-masing Polsek. Polsek juga diingatkan untuk mengungkap segera kasus-kasus yang menjadi perhatian publik. Hal itu dilakukan agar tidak ada kesan polisi tebang pilih dalam menangani kasus atau seolah-olah melindungi pelaku kejahatan.

Polres, jelas Burkan, memang tidak memiliki peta lokasi penambangan pasir liar. Meski begitu, monitoring tetal dilakukan di wilayah-wilayah yang memiliki potensi untuk dijadikan penambangan. Seperti di Kecamatan Cangkringan, Pakem dan Turi. “Kami juga meminta partisipasi warga, kalau ada penambangan liar di sekitarnya, laporkan kepada kami,” ucapnya.

Aktivitas penambangan pasir illegal menggunakan alat berat di perbatasan antara Desa Umbulharjo dan Kepuharjo, Cangkringan, Selasa (11/10/2016). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)

 

Ditambahkan Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar, penambangan pasir tanpa izin yang terjadi umumnya tanpa perencanaan matang dan cenderung merusak lingkungan. “Banyak kasus yang muncul, penambang pasir hanya melakukan perjanjian dengan pemilik lahan, tanpa mengurus izin. Ngakunya izin masih diproses, itu tetap kami larang. Penambang haruz urus izin sampai selesai,” katanya.

Banyak juga penambang yang hanya memiliki izin eksplorasi, tetapi nekat melakukan eksploitasi. Mereka beralasan sebagai bagian dari penelitian. “Itu alasan saja, ujung-ujungnya mengeruk pasir juga. Banyak modus yang dilakukan penambang liar. Tetapi kami akan lakukan penegakan hukum sesuai UU No.4/2009 tentang Penambangan Minerba,” ujarnya.

Upaya tegas pihak kepolisian memang tidak main-main. Proses penghentian penambangan liar menggunakan alat berat di Umbulharjo, Cangkringan, beberapa waktu lalu, juga karena Kepolisian Sektor (Polsek) Cangkringan memberikan peringatan keras terkait aktivitas penambangan illegal di sana. Terhitung Sabtu (14/1) para penambang pasir illegal tidak diperbolehkan lagi melakukan aktivitas penambangan di Umbulharjo.

Kapolsek Cangkringan AKP E. Sibarani melayangkan surat penghentian aktivitas penambangan tanpa izin di Umbulharjo kepada pemilik lahan penambangan, pengelola penambangan dan pemilik alat berat. Surat dengan nomor B/08/1/2017 tersebut juga dikirim ke Kecamatan Cangkringan, Danramil Cangkringan dan masing-masing Kepala Desa (Umbulharjo, Kepuharjo dan Glagaharjo) sebagai tembusan.

Dalam surat tersebut, Polsek memberi tenggat waktu paling lambat Sabtu 14 Januari 2017 kepada penambang untuk menghentikan aktivitas penambangan di Umbulharjo termasuk penarikan alat berat. “Kalau tidak diindahkan atau masih ada aktivitas penambangan tanpa izin di sana, kami akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” katanya.

Tak hanya itu, Polsek Pakem pun menyita tiga truk dan satu alat berat yang digunakan penambangan pasir ilegal di kawasan Sungai Boyong, Purwobinangun, Pakem. Saat ini petugas masih terus melakukan proses penyelidikan terhadap pengelola penambangan pasir ilegal tersebut. “Ada indikasi pengelola penambangan pasir tersebut adalah warga sekitar. Padahal pemerintah desa tidak mengeluarkan izin,” kata Kapolsek Pakem Kompol Sudaryanto.

Dari penelusuran Harian Jogja, penambangan illegal yang terjadi di Sleman terjadi di beberapa titik. Selain di Umbulharjo, penambangan pasir illegal juga terjadi di wilayah boyong, Hargobinangun. Meski dilakukan secara manual, namun penambangan yang dilakukan di kawasan pertanian itu merusak kawasan pertanian di sekitar. Setiap hari truk yang hilir mudik bisa lebih dari 100 unit.

Dusun Singlar, Glagaharjo, Cangkringan juga terdapat aktivitas penambangan liar. Eksploitasi pasir juga dilakukan penambang liar di sepanjang Kali Kuning, Dusun Sempu, Wedomartani, Kecamatan Ngemplak. Beberapa titik penambangan liar belum terdeteksi. Pasalnya, meski penambangan pasir di Cangkringan ditutup, nyatanya masih banyak truk-truk bermuatan material yang berlalu lalang di jalan.

sumber : harianjogja.com

Tersangka Penambang Antarkan Sendiri Backhoe Ini ke Polres

0

BANTUL-Pasca menetapkan status tersangka pada Sumaryanto alias Siwo warga Desa Canden akhir Desember lalu, pihak Polres Bantul resmi menyita satu unit backhoe milik tersangka yang dinyatakan bersalah atas dugaan praktik pan ilegal pasir urug di Dusun Grogol VII Desa Parangtritis Kecamatan Kretek.

Backhoe milik tersangka penambangan ilegal disita Polres Bantul, Senin (9/1/2017) siang. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)

Diakui Kasatreskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo, penyitaan itu dilakukannya pada Jumat (6/1/2017) lalu. Dikatakannya, backhoe itu diantarkan sendiri oleh pemiliknya sebagai barang bukti penyerta pemeriksaan.

“Sebenarnya ada barang bukti lain seperti truk. Tapi kami rasa backhoe ini saja sudah cukup,” katanya ketika dihubungi wartawan, Senin (9/1/2017) pagi. Dari hasil pemeriksaan, Anggaito memastikan bahwa backhoe dengan model Komatsu SAA12V140E-3 itu adalah milik tersangka sendiri. Backhoe itu biasa digunakan tersangka untuk mengeruk tebing guna mengumpulkan pasir urug. “Sedangkan harga per rit, diperkirakan berkisar Rp140.000-an,” imbuhnya.

Tak hanya itu, jelang dilakukannya pemberkasan terhadap tersangka sebelum diajukannya ke Kejaksaan Negeri Bantul, pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Terakhir, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi yang merupakan rekanan bisnis dari tersangka. Dikatakan Anggaito,  ketiga saksi itu sejatinya merupakan saksi yang sengaja didatangkan oleh tersangka untuk meringankan tuntutan. Namun, menurutnya, hal itu tak begitu berpengaruh.

Pasalnya, sejak awal, tersangka sudah dipastikan melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Dikatakannya, tersangka belum memiliki izin untuk operasi produksi.“Izin yang ia punya cuma IUP [Izin Usaha Pertambangan] Eksplorasi. Tapi nyatanya, pasir itu ia jual. Pasal yang dilanggar  adalah pasal 160 ayat 2 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Desa Parangtritis Topo sebelumnya pernah menuturkan bahwa sebagian lahan miliknya juga masuk dalam area penambangan. Ia pun pernah membuktikan sendiri truk pengangkut pasir urug itu menuju ke lokasi proyek pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

Ia pun baru mengetahui bahwa praktik penambangan itu ternyata belum berizin. Ia mengira, dengan menyuplai pasir untuk proyek nasional, praktik penambangan itu pun sudah memiliki izin resmi. “Pihak desa tahunya penambangan itu sudah berizin, jadi kami membiarkan saja,” sebutnya.

Sumber : harianjogja.com

Petani Srumbung Minta Pemkab Magelang Stop Beri Izin Pengeruk Pasir Merapi

0
Massa dari lereng gunung Merapi yang mayoritas petani melakukan aksi damai menentang penambangan yang berdampak pada kerusakan alam, di jalan Talun Muntilan Kabupaten Magelang

MAGELANG – Ratusan  petani dari  lereng Gunung Merapi bersama dengan Komunitas Jogo Merapi di Kabupaten Magelang, menggelar aksi damai di perempatan Jalan Talun Muntilan,  Senin (1/8). Mereka menuntut pemerintah untuk tegas dalam melaksanakan regulasi tentang penambangan galian golongan C di sekitar gunung Merapi. Massa mulai berkumpul sekitar pukul 10.45 wib. Mereka datang dari kecamatan Dukun, Srumbung dan Sawangan yang merasakan dampak langsung dari aktivitas penambangan pasir Merapi. Mereka membawa berbagai poster yang isinya minta agar pemerintah menyikapi dengan arif bijaksana perihal penambangan. Sebab adanya penambangan telah menyengsarakan masyarakat di lereng Merapi.
Sebelum melakukan aksi damai di jalan raya Muntilan-Jogjakarta, massa berkumpul di Lapangan Garon, Banyubiru, Dukun. Mereka kemudian berangkat menuju lokasi orasi dengan menggunakan puluhan sepeda motor dan beberapa mobil bak terbuka. Julis, salah satu petani ikan dari kecamatan Dukun mengatakan, sudah sejak 2 tahun terakhir, usahanya di bidang perikanan tidak bisa maksimal lantaran kekurangan air. “Debit air sekarang semakin berkurang, tidak seperti dulu yang berlimpah ruah. Ini karena resapan air dari lereng gunung Merapi banyak yang rusak karena adanya penambangan,” kata Julis.
Ketua Komunitas Jogo Merapi, M Hendrat mengatakan, penambangan yang ada di wilayah lereng gunung Merapi, sudah merusak alam dan melanggar hukum. Namun pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan para penambang itu, tidak ditindak tegas oleh aparat penegak hukum. “Tak ada keberanian aparat penegak hukum untuk menindak mereka, padahal kita hidup dinegara hukum. Kami hanya minta aparat penegak hukum tegas dalam menindak para penambang yang telah merusak alam itu,” kata Hendrat.
Senada dengan Julis, kegiatan penambangan telah merusak alam. Petani sudah mulai kesulitan mendapatkan air untuk mengairi lahan pertaniannya. Hal itu terjadi, karena saat ini sudah banyak sumber-sumber mata air yang telah mengering. Anggota tim advokasi Komunitas Jogo Merapi, Rahmad Hendro Saputro menambahkan, saat ini sudah mulai ada mata air yang mengering. “Kalau musim kemarau trus bagaimana? apa harus menunggu droping air?” katanya.
Koordinator Jogo Merapi Kecamatan Dukun, Edi menambahkan, penambangan yang dilakukan saat ini, sudah masuk ke wilayah perhutani yang sejatinya harus dilindungi. Kenyataan yang ada, pemerintah tampak membiarkan hal itu terjadi.  Melihat kenyataan itu, Bupati harus tegas menerapkan aturan. Jangan biarkan rakyat bertindak dengan cara mereka sendiri-sendiri. Alam harus kita jaga. Jangan dirusak,” imbuhnya.
Usai berorasi, ratusan demonstran membubarkan diri karena sempat terjadi kesalahpahaman dengan beberapa massa pro penambangan. Namun demikian, aparat langsung melakukan antisipasi sehingga ketegangan bisa segera diredam. Anang Immanudin, perwakilan PT SKS, salah satu pemegang ijin penambangan menggunakan alat berat di Kecamatan Srumbung menegaskan, kalau dirinya bukan pengkhianat dan bukan perusak alam. “Justru kami merawatnya. Memang kami menambang, namun sudah sesuai aturan. Kami mengantongi ijin. Dan kami juga melakukan reklamasi sesuai perintah undang-undang. Ini bukti kami taat dengan hukum,” jelas Anang yang dulu dikenal sebagai aktivis penentang penambangan. (MJ-24)

sumber : metrojateng.com

Jual Pasir Sleman Murah

0

Kebutuhan pasir diarea kabupaten Sleman semakin meningkat. Didasarkan dengan percepatan pembangunan infrastruktur yang ada dikabupaten Sleman. Baik pembangunan gedung pemerintah dan gedung-gedung swasta.  Untuk pembangun gedung pemerintah meliputi gedung kabupaten gedung-gedung pelayanan umum. untuk itu perusahan kami menyediakan jasa levelansir bahan bangunan berupa pasir dan batu.

Bongkar Pasir di hotel Ibis dan Mercure jl Solo

Pasir Merapi  diambil dari aliran gunung Merapi. Pasir merapi cocok digunakan untuk kontruksi bangunan anda. Selaku supliyer pasir terbesar diarea sleman kami memberikan harga yang kompetitif untuk pasir merapi dan pasir progo. Levelansir perusahhan kami menjual berbagai jenis pasir untuk kebutuhan bangunan selalu memberikan harga yang murah dan berkwalitas . Levelenasir kami berada dikabupaten sleman yang sanggup melayani untuk area yogyakarta dan sekitarnya. Harga pasir kami lebih murah dibanding levelansir lainya. karena kami mempunyai tambang sendiri dan mempunyai izin pertambangan dari Dinas ESDM.. Buktikan dan kunjungi levenlansir bahan bangunan kami.

Dibasecam kami menyediakan berbagai jenis pasirbaik pasir merapi dan progo. selain itu kami menyediakan sirtu*pasirbatu( beskos dan abu batu, batu Split berbagai ukuran dan lainya

  • jual pasir jogja
  • jual pasir yogyakarta
  • harga pasir per rit di jogja
  • tanah urug yogyakarta
  • jual pasir di jogja
  • jual pasir progo yogya
  • jasa pasir merapi di jogja
  • jasa levelansir pasir  di jogja
  • jasa pasir di yogyakarta
  • harga pasir di jogja
  • pasir yogyakarta

 

 

Popular Posts