Jual Batuan Merapi Yogyakarta

Batu vulkanik gunung merapi terjadi akibat pendinginan diikuti oleh pembekuan bahan-bahan magma yang meleleh. Bahan ini kemudian dimuntahkan dari bawah kerak bumi atau tersekap didalamnya sehingga cocok untuk membuat pondasi untuk rumah ana yang ada di Yogykarta. Batuan volkanik dapat dibagi dalam :

a. Batuan extrusif, terjadi karena tertuangnya bahan-bahan itu pada permukaan bumi antara lain akibat meletusnya gunung berapi. Jenis batuan ini dapat dikenal dengan memperhatikan strukturnya yang menyerupai gelas seperti rhyolit, andesit, basalt.

b. Batuan intrusif, terjadi akibat pendinginan dan pembekuan bahan didalam kerak bumi, susunan batuan ini seluhnya berbentuk kristal seperti granit, diorit, gabro. Walaupun terbentuk dalam kerak bumi, jenis batuan ini seringkali dijumpai dalam keadaan tersingkap akibat gerakan bumi serta erosi.

Pada umumnya batuan vulkanik gunung Merapi adalah keras dan padat, serta merupakan bahan agregat yang sangat baik. Akan tetapi ada jenis batuan volkanik yang berpori seperti lava dan tuf, bahan jenis ini dapat digunakan sebagai lightweight aggregate, misalnya pumica, perlit.

Batu endapan ini terbentuk dari pasir yang memadat. Kekerasan dan keawetannya tergantung pada bahan perekat alam yang membantuknya. Unsur yang membentuk utamanya silikat, tetapi juga dicampur dengan butiran kapur lempung atau lainnya.warna mulai putih cream sampai tua hitam, kadar porinya sampai 30%. Biasanya digunakan sebagai batu tempel, untuk lantai kurang baik karena daya aus terhadap gaya gesekan kurang baik. Terdapat di Yogyakarta tepatnya di G. merapi Yogyakarta,terdapat endapan pasir kwarsa.

Batuan Metamorphik
Batuan metamorfik pada umumnya terbentuk akibat modifikasi dari batuan endapan dan batuan volkanik yang dihasilkan akibat tekanan-tekanan kuat disebabkan oleh gerakan bumi disertai panas yang sangat tinggi yang menyebabkan penghancuran serta pelarutan.

Faktor-faktor yang menyebabkan modifikasi demikian itu sangat komplek, sehingga bentuk asal batuan yang telah berubah itu seringkali sukar dapat ditentukan. Jenis – jenis batuan metamorfik seperti :

a. Marmer, guartsit, biasanya kuat serta padat dan merupakan bahan agregat yang baik.
b. Schist, biasanya lunak karena mengandung lempung dan berbentuk pipih bila dipecah.
c. Gneiss, biasanya awet dan kaku tetapi dapat pula bersifat sama seperti schist.
d. Slate, berlapis-lapis tipis dan tidak dapat digunakan sebagai agregat
Ciri khas dari batuan metamorfik adalah bahan strukturnya terdiri dari bidang-bidang paralel yang mengandung bahan-bahan mineral, sebagai bahan dasar jenis batuan ini. Susunan demikian ini disebut foliasi.

Bidang-bidang pararel merupakan daerah-daerah lemah sehingga batuan ini mudah dibelah melalui bidang tersebut. Contoh dari batuan ini adalah :
1) Gneiss (modifikasi dari batuan volkanik)
2) Schist (modifikasi dari batuan volkanik)
3) Slate (modifikasi dari batu tulis)
4) Marmer (modifikasi dari batu kapur, padat)
5) Quartist (modifikasi dari batu pasir, padat)

Cara penilaian agregat
Menilai jenis agregat yang akan digunakan sebagai bahan campuran beton, bergantung kepada :
a. Mutu dari agregat
b. Tersedianya agregat dari quarry
c. Harga agregat
d. Jenis kosntruksi yang akan menggunakan bahan tersebut
Penilaian cocok tidaknya bahan agregat itu ditetapkan antara lain sebagai berikut :

berikut ini foto pengiriman batu

Pengiriman batu pondasi di prambanan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here