Artikel

Home Artikel Page 15

Rute Pendakian Sindoro via Tambi

0

Rute Pendakian Sindoro via Tambi. Sindoro Via Tambi Gunung Sindara, biasa disebut Sindoro, atau juga Sundoro (altitudo 3.150 meter di atas permukaan laut) merupakan sebuah gunung volkano aktif yang terletak di Jawa Tengah, Indonesia, dengan Temanggung sebagai kota terdekat. Gunung Sindara terletak berdampingan dengan Gunung Sumbing. Kawah yang disertai jurang dapat ditemukan di sisi barat laut ke selatan gunung, dan yang terbesar disebut Kembang. Sebuah kubah lava kecil menempati puncak gunung berapi. Sejarah letusan Gunung Sindara yang telah terjadi sebagian besar berjenis ringan sampai sedang (letusan freatik).

dataijpm8conmvt5mjhbxqobno5ihxhx8se_720ahf4jh6tyjf1x9ru_yt3jjfqjcxi5thl61ictyvbc42hfzbvrzfbii57zxhrxyhuq7v56cvbe4ahe3e0xmg-rmzk21todcqrqqygxrrza1ysnrq

via Tambi jalur ini agaknya jarang di lewati oleh para pendaki soalnya tidak begitu populer, mungkin karena aksesnya yang agak sulit. jalur pendakian gunung sindoro via tambi sebenarnya juga tak kalah asik dan menantang karena kita disini disamping melewati perkebunan teh juga lewat pabrik tehnya PT. TEH TAMBI itulah namanya sebuah PT yang berada d kaki gunung Sindoro. setau aku sayangnya jalur track via sini tidak ada pos registrasi, jadi bagi para sahabat yang kebetulan mendaki sindoro via Tambi dengan memakai sepeda motor bisa menitipkan di rumah warga di Desa Sigedang atau Sikathok (desa pas pintu masuk pendakian. puncak sindoro via tambi pendakian via tambi Jalur track nya sendiri diawali dengan melewati hamparan kebun teh yang luas. Dari pinggir jalan raya masuk menuju jalur kebun teh, jalur ini jalan berbatu Karena biasa di buat untuk mengangkut teh hasil petikan dari kebun sampai menemukan Shelter terahir tempat pengumpulan hasil teh bagi para pemetik, Shelter ini berada hamper di ujung paling atas dari perkebunan teh.

Tempat ini cocok sekali untuk beristirahat baik yang akan atau turun gunung, karena tempatnya yang luas dan nyaman. Dari sini jika cuaca cerah bisa melihat ke puncak Sindoro. Jalur menuju Puncak Dari shelter ini juga tipe jalurnya sudah setapak sampai ke puncak, selepas melewati kebun teh kita di sajikan dengan pemandangan hutan muda, karena baru tumbuh kayunya bekas kebakaran, memasuki jalur ini kita seperti melewati gerbang menuju ke dunia lain, soalnya, suasananya benar-benar seperti di suatu tempat, yang terjal, disitu hanya ada ranting-ranting pohon kering, kalaupun ada pohon yang berdaun, itu pun Cuma tunas baru yang tumbuh. Hingga satu jam kedepan kamu akan melalui suasana yang “aneh” ini. Lanjut yang berikutnya adalah sabana di punggungan gunung. Walaupun track nya nanjak berbatu, 2 jam dari puncak adalah jalur yang agak berat, soalnya kita harus melewati jalur bebatuan, terkadang pohon stigi di kanan-kiri menjuntai ke jalur track. Sindoro jalur bebatuan sebelum Puncak (Sepengalamanku) jalur Via Tambi ini adalah jalur yang lumayan terjal, untuk kelompok pendaki yang beranggotakan banyak orang, tak ada lahan untuk camp di tengah jalan, karena jarang sekali terdapat tanah lapang sepanjang jalur track. Makanya pendirian Lapak Tenda harus di puncak, atau cuman pendakian tek-tok. Kalau rombongannya anggotane sedikit, agak memungkinkan ngecamp di tengah jalan jalur pendakian, tapi rawan badai juga. Jadi pinter-pinternya sahabat sekalian untuk memilih-miluh mana lokasi yang aman dan nyaman untuk bangun tenda sebelum melanjutkan perjalanan Summit attack esok paginya. Sindoro Cungur pitruk Cungur Pitruk (Hidung Pitruk) Tebing Tinggi yang menyerupai Hidung Tapi saranku sih mending langsung muncak saja dan mendirikan singgasana di puncaknya, disamping puncaknya luas dengan hamparan rerumputannya, disana juga banyak tempat berlindung dari badai. Keuntungan lain juga kita bisa dengan mudah mengawasi tenda kita. Walaupun yang terkenal pencurian di jalur timur, tetapi tindakan prefentiv untuk melindungi harta benda kita. Sepengalamanku dari beberapa kalinya pendakian Via Tambi ini belum pernah menjumpai ada yang kehilangan barang barangnya di jalur Tambi ini. kawah-mati-puncak-sundoro Kawah Sindoro.

sumber : garisdepan.id

Pengertian Pengukuran dan Pemetaan Hutan

0
ukur hutan
ukur hutan

Pengukuran dan pemetaan hutan terdiri dari dua kegiatan yaitu pengukuran hutan dan pemetaan hutan. Dua kegiatan tersebut sangat berkaitan. Jika dilihat dari urutannya pengukuran berkaitan dengan kegiatan hulu sedangkan pemetaan adalah kegiatan hilir. Pemetaan dengan arti lain akan bisa dilakukan manakala pengukuran telah selesai dilakukan. Kegiatan pengukuran dan pemetaan di kalangan masyarakat lebih dikenal dengan nama survei dan pemetaan.

Sekarang apa pengertian pengukuran hutan ? Apa pengertian pemetaan hutan ? Pengukuran hutan adalah kegiatan menentukan titik batas di atas permukaan bumi (tanah atau perairan) dari suatu areal hutan untuk memisahkan kawasan hutan dengan selain kawasan hutan, atau membagi jenis kawasan hutan yang memiliki perbedaan fungsi atau peruntukan. Ilmu yang mendasari pengukuran hutan ini adalah ilmu ukur tanah. Ilmu ukur tanah tersebut merupakan sebagian kecil dari ilmu yang lebih luas yang dinamakan Ilmu Geodesi.

Pemetaan hutan adalah kegiatan menggambarkan suatu kawasan hutan yang ditransformasikan ke dalam media datar dan diperkecil yang didasari dengan seni dan teknik kartografi. Ilmu Kartografi sendiri memiliki definisi sebagai gabungan dari ilmu, seni dan teknik dalam pembuatan (penggambaran) peta sehingga jelas untuk melakukan pemetaan hutan dasar ilmu yang akan dipelajari adalah Ilmu Kartografi. Guna mengenal lebih jauh tentang ilmu yang mendasari pemetaan hutan yaitu ilmu ukur tanah dan ilmu yang mendasari pemetaan hutan yaitu kartografi, mari kita pelajari terlebih dahulu satu demi satu.

Pekerjaan Survei dan Pemetaan Yogyakarta

0

Pembuatan peta yang dikenal dengan istilah pemetaan dapat dicapai dengan melakukan pengukuran-pengukuran di atas permukaan bumi yang mempunyai bentuk tidak beraturan. Pengukuran-pengukuran dibagi dalam pengukuran yang mendatar untuk mendapat hubungan
titik-titik yang diukur di atas permukaan bumi (Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal) dan pengukuran-pengukuran tegak guna mendapat hubungan tegak antara titik-titik yang diukur (Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal) serta pengukuran titik-titik detail. Kerangka dasar pemetaan untuk pekerjaan rekayasa sipil pada kawasan yang tidak luas, sehingga bumi masih bisa dianggap sebagai bidang datar. Kerangka dasar pemetaan umumnya merupakan bagian pekerjaan pengukuran dan pemetaan dari satu kesatuan paket pekerjaan perencanaan dan atau perancangan bangunan teknik sipil. Titik-titik kerangka dasar pemetaan yang akan ditentukan lebih dahulu koordinat dan ketinggiannya itu dibuat tersebar merata dengan kerapatan tertentu, permanen, mudah dikenali dan didokumentasikan secara baik sehingga memudahkan penggunaan selanjutnya.

Peta merupakan hal yang sangat penting untuk perencanaan bangunan sipil, misalnya peta perencanaan jalan raya, jalan kereta api, bendungan dan sebagainya. Pemindahan titik-titik yang ada pada peta perencanaan suatu bangunan sipil ke lapangan (permukaan bumi) dalam pelaksanaanya dilakukan dengan menanamkan patok-patok dipermukaan bumi / stacking out, atau dengan perkataan lain bahwa pematokan merupakan kebalikan dari pemetaan.

Ilmu Kartografi

0

Kartografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu karto=carlo yang berarti permukaan dan graft yang berarti gambaran/bentuk, sehingga arti kata kartografi adalah gambaran permukaan, atau arti lain yang mudah difahami yaitu Kartografi adalah sebagai ilmu membuat peta. Arti istilah kartografi telah berubah secara fundamental sejak tahun 1960. Kartografi yang tadinya hanya didefinisikan sebagai pembuatan peta, saat ini didefinisikan sebagai penyampaian informasi geospasial dalam bentuk peta (Menno-Jan Kraak dan Ferjan Ormeling, 2007: 37).
Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa kartografi telah dikelompokan dalam ilmu pengetahuan komunikasi dan hadirnya teknologi komputer. Hal tersebut tentunya menghasilkan pandangan bahwa kartografi tidak hanya sebagai pembuatan peta semata, tetapi penggunaan peta juga termasuk bidang kartografi. Sedangkan kartografer adalah orang yang membuat peta dengan syarat-syarat sebagai kartografer adalah 50 % pengetahuan geografi, 30 % bidang seni, 10 % pengetahuan maternatis, 10 % pengetahuan peta.

Kartografi (atau pembuatan peta) adalah studi dan praktik membuat peta atau globe. Peta secara tradisional sudah dibuat menggunakan pena dan kertas, tetapi munculnya dan penyebaran komputer sudah merevolusionerkan kartografi. Banyal peta komersial yang bermutu sekarang dibuat dengan perangkat lunak pembuatan peta yang merupakan salah satu di antara tiga macam utama; CAD (desain berbatuan komputer), GIS (Sistem Informasi Geografis), dan perangkat lunak ilustrasi peta yang khusus (http://id.wikipedia.org/ wiki/Kartografi).

Kartografi merupakan ilmu yang khusus mempelajari segala sesuatu tentang peta mulai dari sejarah, perkembangan, pembuatan, pengetahuan, penyimpanan, hingga pengawetan serta cara-cara penggunaan peta. Menurut ICA (1973), kartografi adalah seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi tentang pembuatan peta-peta, sekaligus mencakup studinya sebagai dokumen-dokumen ilmiah dan hasil karya seni. Peta merupakan karya seni yang bersifat ilmiah dan merupakan ilmu pengetahuan tentang pembuatan peta termasuk semua tipe peta, plan (peta skala besar), charts, bentuk tiga dimensional dan globe yang menyajikan model bumi atau sebuah benda angkasa dalam skala tertentu. Menurut ICA (1973), definisi peta adalah suatu representasi/gambaran unsur-unsur atau kenampakan-kenampakan abstrak, atau yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, dan umumnya digambarkan pada bidang datar dan diperkecil/diskalakan.

Berdasarkan pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tugas dari pembuat peta (kartografer), yaitu merancang peta (map design) yang meliputi desain simbol (symbol design), tata letak peta (map lay-out), isi peta (map content), dan generalisasi (generalization). Peta merupakan suatu media komunikasi grafis yang berarti informasi yang diberikan dalam peta berupa suatu gambar atau simbol.

Ada beberapa prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam pembuatan suatu peta, prinsip pokok dalam pembuatan peta tersebut antara lain :
1. Menentukan daerah mana yang akan dipetakan.
2. Membuat peta dasar (base map) terlebih dahulu, yaitu peta yang belum diberi simbol atau keterangan-                          keterangan.
3. Mencari, mengidentifikasi, dan mengklarifikasikan data untuk peta tersebut sesuai dengan kebutuhan.
4. Membuat simbol-simbol yang mewakili data tersebut.
5. Menempatkan simbol tersebut pada peta dasar (base map).
6. Membuat legenda (keterangan).
7. Melengkapi peta dengan tulisan (lattering) secara baik dan benar.

Teknik yang berkaitan dengan pembuatan peta akan dibahas pada bab tersendiri berikutnya. Setelah peserta didik memahami tentang definisi pegukuran dan pemetaan selanjutnya adalah peserta didik akan dikenalkan dengan pekerjaan pengukuran dan pemetaan.

Popular Posts