Artikel

Home Artikel

Klasifikasi Dinding Penahan

0

Berdasarkan bentuk dan penahanan terhadap tanah, dinding penahan dapat klasifikasikan ke dalam tiga bentuk, yakni: (1) dinding gravity, (2) dinding semi gravity dan (3) dinding non gravity. Dinding gravity merupakan dinding penahan tanah yang mengandalkan berat bahan sebagai penahan tanah umumnya berupa pasangan batu atau bronjong batu (gabion).

Macam-macam bahan dan bentuk struktur dinding penahan tanah : (a) gravity, (b) cantilever, (c) dinding dengan jangkar

Dinding semi gravity selain mengandalkan berat sendiri, memanfaatkan berat tanah tertahan untuk kestabilan struktur. Sedangkan dinding non gravity mengandalkan konstruksi dan kekuatan bahan untuk kestabilan.

baca juga :  sewa excavator jogja

Sewa Stoom Yogyakarta

0

Tekanan Lateral Tanah

0

Untuk dapat memperkirakan dan menghitung kestabilan dinding penahan, diperlukan menghitung tekanan ke arah samping (lateral). Karena massa tanah berupa butiran, maka saat menerima tegangan normal () baik akibat beban yang diterima tanah maupun akibat berat kolom tanah di atas kedalaman atau duga tanah yang kita tinjau, akan menyebabkan tekangan tanah ke arah tegak lurus atau ke arah samping. Tegangan inilah yang disebut sebagai tegangan tanah lateral (lateral earth pressure). Tengangan tanah akibat kolom tanah tersebut merupakan besaran tegangan efektif (eff) yang sebanding dengan H. Pengetahuan tentang tegangan lateral ini diperlukan untuk pendekatan perancangan kestabilan.

Baca juga : sewa bulldoser jogja

Tekanan tanah lateral dibedakan menjadi tekanan tanah lateral aktif dan tekanan lateral pasif. Tekanan lateral aktif adalah tekanan lateral yang ditimbulkan tanah secara aktif pada struktur yang kita selenggarakan. Sedangkan tekanan lateral pasif merupakan tekanan yang timbul pada tanah saat menerima beban struktur yang kita salurkan pada secara lateral. Besarnya tekanan tanah sangat dipengaruhi oleh fisik tanah, sudut geser,

Ilustrasi untuk Perhitungan Tekanan Lateral Tanah

Besaran tekanan tanah lateral sebagaimana diilustrasikan pada
Gambar 5.24 dapat di selesaikan menurut persamaan 5.10.

Koefisien Tekanan lateral Tanah Aktif untuk Gambar

P = H2K/2 (5.10)
Dimana: P = Besaran gaya lateral dalam (Kips/ft atau Ton/m)
= Berat isi tanah ( kips/ft3 atau tan/m3)
H = Ketinggian dinding (ft atau m)
K = Koefisien tekanan tanah aktif atau pasif
Sin2(+f)
Ka =
Sin2  Sin(-d) [ 1+Sin(f+d) Sin (f-b)/Sin(f-d) Sin (f+b) ]2
Kp = 1/Ka

Kestabilan Geser Dinding Penahan

0

Untuk memberikan kekuatan yang cukup melawan geseran horisontal, dasar dinding penahan harus memeiliki kedalaman minimum 3 ft (1m) di bawah muka tanah. Untuk dinding permanen, kekuatan tersebut harus stabil tanpa adanya struktur penahan pasif di bagian kaki dinding. Jika syarat kekuatan diatas tak mencukupi, dapat ditambahkan pengunci geser di bawah telapak pondasi atau tiang pancang untuk menahan geseran. Selain persyaratan kekuatan tersebut, harus dipertimbangkan pula adanya kemungkinan bahaya erosi akibat aliran maupun pengaruh hujan. Bagian-bagian utama dari struktur dinding penahan terhadap geser dapat ditunjukkan pada gambar 5.26.

Bagian struktur dinding penahan tanah

Popular Posts

Jasa galian basement

Jual Pasir Yogyakarta

MEMBUAT GAMBAR RENCANA