Artikel

Home Artikel Page 2

Kestabilan Geser Dinding Penahan

0

Untuk memberikan kekuatan yang cukup melawan geseran horisontal, dasar dinding penahan harus memeiliki kedalaman minimum 3 ft (1m) di bawah muka tanah. Untuk dinding permanen, kekuatan tersebut harus stabil tanpa adanya struktur penahan pasif di bagian kaki dinding. Jika syarat kekuatan diatas tak mencukupi, dapat ditambahkan pengunci geser di bawah telapak pondasi atau tiang pancang untuk menahan geseran. Selain persyaratan kekuatan tersebut, harus dipertimbangkan pula adanya kemungkinan bahaya erosi akibat aliran maupun pengaruh hujan. Bagian-bagian utama dari struktur dinding penahan terhadap geser dapat ditunjukkan pada gambar 5.26.

Bagian struktur dinding penahan tanah

Kestabilan terhadap Guling

0

Untuk pendekatan keamanan terhadap bahaya guling dari dinding penahan yang mengandalkan berat (gravity wall) dan semi gravity wall, dapat digunakan kriteria sebagaimana ditunjukkan Gambar 5.27.

Kestabilan dinding penahan: (a) gravity dan (b) semi gravity Sumber: Bowles, 1997

Kestabilan untuk dinding penahan gravity dan semigravity
Letak resultan Momen pada daerah telapak (toe)
D = Wa + Pve –PH b / (W + PV)
Asumsi Pp (tekanan tanah pasif )di sebelah kiri diabaikan
Guling pada dinding gravity dan semi gravity
Momen pada daerah telapak
Fs = Wa / (PH b – Pv e > 1.50
Fs = Faktor keamanan / Factor of Safety

Abaikan bahaya guling jika diagram resultan (R) jatuh pada daerah
sepertiga tengah dasar telapak
Fs = (W + PV) Tan d + Ca B / PH > 1.50
Fs = (W + PV) Tan d + Ca B + PP/ PH > 1.50
Ca = Adhesi antara tanah dengan dasar bahan dinding dengan
tanah
Tan d = kuat geser tanah
W = berat dinding termasuk tanah pada dinding

Data tanah relevan untuk pendekatan perhitungan tekanan tanah lateral dan kestabilan dinding penahan dapat ditunjukkan pada Tabel 5.11 tentang Properti tanah untuk perhitungan tekanan tanah aktif Rankine dan Tabel 5.12, tentang Faktor gesek untuk perhitungan dinding penahan.

Properti tanah untuk perhitungan tekanan tanah aktif Rankine Sumber: Gaylord Jr, dkk, 1997

 

Faktor gesek untuk perhitungan dinding penahan Sumber: Gaylord Jr, dkk, 1997

Dinding Tanah Distabilisasi secara Mekanis (Mechanically Stabilized Earth Wall/MSE)

0

MSE dibuat dari beberapa elemen bahan yang dimaksudkan untuk penguatan dan perbaikan tanah dengan menggunakan plat baja (steel strip) atau bahan grid polimer (polymeric grid), geotekstil (geotextile) yang kuat menahan tarikan dan beban bahan di atasnya.

Pemakaian geotekstil dan gabion pada dinding penahan

Keuntungan dinding ini dibandingkan dinding konvensional dari bahan pasangan dan beton bertulang adalah:
1. Fleksibel terhadap adanya kemungkinan penurunan
2. Cukup murah
3. Cukup efisien terhadap waktu pemasangan
4. Kapabilitas yang cukup baik untuk terjadinya drainase (drainage)

baja juga :  buang puing jogja

Terdapat dua macam produk, produk yang dapat mulur (extensible product), dan produk yang tak dapat mulur (inextensible product). Produk yang dapat meregang memungkinkan berubah bentuk akibat beban tanpa mengalami putus karena kekuatannya telah dirancang melebihi kekuatan tanah.

Dinding ini diselenggarakan untuk keperluan semi permanen dan atau jika lapangan menyulitkan membangun dinding penahan dari bahan pasangan. Kadang bahan ini digunakan sebagai stabilisasi saat pelaksanaan pekerjaan dinding penahan yang lebih permanen. Ilustrasi pemakaian dinding penahan ini ditunjukkan pada Gambar 5.28.

sumber:  bse

Struktur Dinding dengan Paku

0

Struktur dinding ini diselenggarakan bersama-sama dengan pekerjaan penggalian atau pemotongan tanah (excavation). Tanah diperkuat saat dilakukan pemotongan. Perkuatan dengan paku ini menggunakan batang yang ditanam satu dengan yang lain dengan sudut miring ke bawah sebesar 38o dari bidang datar tanah (Gambar 5.29). Penanaman paku dilakukan dari atas ke bawah (Gambar 5.30).

Perilaku perkuatan dinding dengan paku

Sedangkan penyelenggaraan dinding yang relatif tipis dilakukan dari bawah ke atas. Kesuksesan pemasangan ini sangat tergantung dari: (1) pemilihan tanah yang cocok untuk penanaman paku, (2) penggunaan bahan yang berkualitas, dan kelengkapan peralatan yang cocok. Tanah yang cocok umumnya berupa tanah kohesif, pasir yang diperkeras, atau batu pecah yang dipadatkan

Tahapan Konstruksi dinding dengan paku atau jangkar

Tahapan pemasangan dinding dengan paku (nailed Wall) dilustrasikan seperti sebagaimana gambar 5.30. Pada tahap 1 dilakukan pemotongan tanah. Tinggi pemotongan ini harus diperhitungkan agar pemotongan tidak terlalu tinggi untuk mencegah keruntuhan. Pada tahap 2 dilakukan pengeboran untuk pemasangan paku. Tahap 3 adalah pemasangan paku. Perlu diingat pemasangan disarankan dari atas ke bawah sebagai upaya untuk keamanan pelaksanaan konstruksi, yakni mengindarkan keruntuhan tanah saat pelaksanaan. Pada tahap selanjutnya dilakukan pelapisan dinding, yang disemprotkan untuk kecepatan pelapisan

baca juga  : jual pasir jogja

Popular Posts