Artikel

Home Artikel Page 3

STATIKA BANGUNAN

0
Struktur post and lintel Bangunan batu di Mesir
  1. Elemen-elemen Sistem Struktur Bangunan
    Struktur bangunan adalah bagian dari sebuah sistem bangunan yang bekerja untuk menyalurkan beban yang diakibatkan oleh adanya bangunan di atas tanah. Fungsi struktur dapat disimpulkan untuk memberi kekuatan dan kekakuan yang diperlukan untuk mencegah sebuah bangunan mengalami keruntuhan. Struktur merupakan bagian bangunan yang menyalurkan beban-beban. Beban-beban tersebut menumpu pada elemenelemen untuk selanjutnya disalurkan ke bagian bawah tanah bangunan, sehingga beban-beban tersebut akhirnya dapat di tahan.
  2. Sejarah Perkembangan Sistem Struktur
    Secara singkat sejarah teknik struktur dapat dijelaskan melalui perubahan-perubahan sistem struktur dari penggunaan desain coba-coba yang digunakan oleh Mesir dan Yunani kuno hingga sistem struktur canggih yang digunakan saat ini. Perubahan bentuk struktur berhubungan erat dengan penggunaan material, teknologi konstruksi, pengetahuan perencana pada perilaku struktur atau analisis struktur, hingga keterampilan pekerja konstruksinya.
    Baca juga :  sewa alat berat jogja
    Keberhasilan terbesar para ahli teknik Mesir adalah digunakannya batu-batu yang berasal dari sepanjang sungai Nil untuk membangun kuil dan piramid. Karena kemampuan daya dukung batu yang rendah dan kualitas yang sangat tidak menentu, yang disebabkan adanya retak-retak dalam dan
    rongga-rongga, maka bentang balok-balok tersebut harus sependek mungkin untuk mempertahan kerusakan akibat lentur (Gambar 3.1). Oleh karenanya sistem post-and-lintel yaitu balok batu masif bertumpu pada kolom batu yang relatif tebal, memiliki kapasitas terbatas untuk menahan beban-beban horisontal atau beban eksentris vertikal, bangunan-bangunan menjadi relatif rendah.
    Untuk stabilitas kolom harus dibuat tebal, dengan pertimbangan bahwa kolom ramping akan lebih mudah roboh dibandingkan dengan kolom tebal. Yunani, lebih tertarik dengan kolom batu dengan penampilan yang lebih halus (Gambar 3.2), menggunakan tipe yang sama dengan post-and-lintel sistem pada bangunan Parthenon. Hingga awal abad 20-an, lama setelah konstruksi post-and-lintel digantikan oleh baja dan rangka beton, para arsitek melanjutkan dengan menutup fasad kuil Yunani klasik pada bagian penerima bangunan-bangunan. Tradisi klasik jaman Yunani kuno sangat mempengaruhi masa-masa setelah pemerintahan mundur

sumber BSE

Menggambar Sketsa

0

Gambar sketsa adalah pembuatan gambar tanpa melalui alat bantu menggambar yang biasa digunakan, yaitu penggaris. Alat bantu yang digunakan dalam gambar sketsa adalah imajinasi dan penalaran pandangan mata. Gambar sketsa sering digunakan oleh para arsitek dalam merencanakan bangunan. Yang sering digunakan adalah sketsa untuk merencanakan interior dan eksterior bangunan.

sketsa warna
sketsa pensil

Gambar sketsa juga sering digunakan untuk menggambar proyeksi perspektif. Gambar tersebut dihasilkan tanpa melalui bantuan gambar denah, potongan, dan tampak. Dasar yang digunakan dalam menggambar sketsa proyeksip perspektif, baik interior maupun eksterior adalah imajinasi dan penalaran pandangan mata yang cekatan dan kuat dalam alam pikiran seseorang. Gagasan tentang rancangan bentuk rumah/bangunan sudah tergambar secara menyeluruh dalam imajinasi dan penalaran. Bila hasil sketsa tersebut akan diterapkan dalam pembuatan bangunan, maka dari gambar sketsa yang dihasilkan tersebut baru dibuat gambar rencana secara lengkap yang meliputi denah, potongan, dan tampak.

MEMBUAT GAMBAR RENCANA

0
Gambar proyeksi
  1. Menggambar Proyeksi Bangunan
    Uraian pada bagian ini merupakan uraian umum mengenai gambar proyeksi bangunan. Gambar proyeksi yang diuraikan adalah gambar proyeksi perspektif. Untuk dasar-dasar dari menggambar proyeksi dapat dilihat dan dipelajari dalam buku-buku dasar menggambar teknik bangunan.

    Menggambar proyeksi perspektif adalah salah satu cara pengungkapan ide/gagasan atau imajinasi yang sangat natural (dalam arti sesuai dengan kemampuan pandangan mata) dan mudah dimengerti oleh pemberi tugas atau orang lain yang bukan ahli bangunan/arsitek. Hal tersebut disebabkan, gambar proyeksi perspektif memperlihatkan rencana ruang-ruang (space) dan massa bangunan dalam bentuk tiga dimensi. Untuk dapat membuat gambar proyeksi perspektif diperlukan pedoman gambar kerja/bestek berupa; gambar denah, potongan melintang, potongan memanjang, tampak depan, samping kiri, dan kanan dengan skala yang benar. Dengan kemampuan dan kemahiran menerapkan skala pada gambar denah, potongan, dan tampak secara proyeksi perspektif, akan diperoleh gambar proyeksi perspektif yang mendekati realita/kenyataan pandangan terhadap rencana bangunan sebenarnya.

  2. Pembuatan gambar proyeksi perspektif terdiri dari dua sudut pandang, yaitu;
    Gambar proyeksi perspektif menggunakan dua titik lenyap setinggi mata orang (ibarat orang memotret dengan berdiri tegak). Gambar proyeksi perspektif model ini sering digunakan para arsitek untuk menggambar proyeksi perspektif, karena obyek bangunannya tidak terlalu besar dan
    menampakkan bentuk bangunan 3 (tiga) dimensi dengan jelas,
    Baca juga: Rental alat berat jogja
    Pengambilan gambar perspektif menggunakan dua titik lenyap dengan mata burung (bird eye). Gambar proyeksi perspektif dengan model ini dilakukan bila obyek bangunannya besar sekali, dan bentuk bangunan akan tampak semuanya, tetapi prosentasenya lebih banyak terlihat bagian atap bangunan (ibarat orang memotret dengan memanjat pohon yang tinggi atau naik di atas menara). Model proyeksi perspektif ini jarang digunakan para arsitek karena tidak dapat menampakkan gambar bangunan dengan jelas.

Hanya ada 200 Unit Rumah Subsidi di Yogya Tahun 2018

0

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Setelah tiga tahun terakhir tidak ada supply rumah bersubsidi di Yogyakarta, pada tahun 2018 dipastikan ada 200 unit rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). “Untuk tahun ini ada, namun hanya 5% dari kebutuhan saja, atau sekitar 200 unit rumah,” kata Ketua Real Estat Indonesia (REI) DPD DIY,” Rama Adyaksa Pradipta, Selasa (9/1/2018).

Baca juga : Memilih Kontraktor Yogyakarta

Rama menyatakan, pasar menengah kebawah di Yogyakarta kian membesar. Indikatornya, bukan hanya kebutuhan terhadap perumahan yang tinggi, permintaan terhadap kendaraan roda empat juga besar. ”Apalagi, dengan jumlah usia produktif di segmen menengah yang banyak, pengaruhnya terhadap upaya pemenuhan kebutuhan hidup paling mendasar besar,” jelasnya.

Karena itu, permintaan properti di segmen tersebut diperkirakan masih besar. Khususnya properti bersubsidi yang pasarnya adalah warga lokal. Pengaruh segmen itu terhadap pertumbuhan perekonomian juga besar.

“Segmen di bawahnya terbilang besar. Kebutuhan tersebut diakomodasi melalui penyediaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya. Namun, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan perumahan di segmen tersebut, pembayaran harus ditopang dengan suku bunga KPR.

Karena itu, permintaan properti di segmen tersebut diperkirakan masih besar. Khususnya properti bersubsidi yang pasarnya adalah warga lokal. Pengaruh segmen itu terhadap pertumbuhan perekonomian juga besar. “Segmen di bawahnya terbilang besar. Kebutuhan tersebut diakomodasi melalui penyediaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya.

Namun, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan perumahan di segmen tersebut, pembayaran harus ditopang dengan suku bunga KPR. ”Dengan suku bunga acuan Bank Indonesia yang terus turun, suku bunga KPR bisa single digit,” ujarnya.

Sektor lain yang bisa menopang properti ke depan adalah keberadaan infrastruktur. Tingginya harga lahan di perkotaan mendorong masyarakat kelas bawah membeli hunian di pinggiran kota. ”Nah, ini perlu moda transportasi pendukung,” tegasnya.

sumber:  tribun jogja

 

Popular Posts

Pengecatan Plafon

Memilih Rumah Di Jogja

Lantai Mozaik